Renungan Akhir Tahun

2014 akan segera berakhir dengan segala cerita yang terdapat didalamnya . Seperti seekor ular yang berganti kulit , semua cerita suka ataupun duka pun melebur menjadi cerita yang baru ditulis di tahun yang akan datang. Begitu juga Roy, diambilnya secangkir teh dan sepotong roti susu untuk menemani lamunannya . Sampai ia tak sadar sedari tadi gula yang ada di dalam teh telah larut bersama kenangannya tahun ini

Ia belajar bahwa saat seseorang hidup , ia harus tau passion-nya apa.

Maka dari itu Roy tidak ingin jadi the living dead, ya bisa disebut zombie. Seorang zombie yang hidup tidak mempunyai tujuan , tak tau apa passion-nya , apa hobi nya. Roy berusaha mencari tau apa passion nya dengan mencoba banyak hal , ia mulai mengasah keahliannya dengan futsal lawan tapir , mencoba tidak pipis selama setahun penuh , maen bulutangkis sambil ngupil dan banyak lagi.

passion

Setelah semua yang Roy lakukan , ia belum juga menemukan passion-nya . Apa yang membuatnya merasa hidup , sesuatu yang rela ia lakukan dengan tidak dibayar sekalipun. Roy yakin suatu saat ia akan menemukan passion-nya . Maka dari itu ia tidak akan mebiarkan hidupnya lurus-lurus saja , tidak ada yang menarik dalam hidupnya sampai tidak ada yang bisa ia ceritakan pada anak cucunya

Seperti detak jantung , jika hidup seseorang tidak ada naik dan turun , maka itu sama saja ia telah mati.

Ia juga belajar dari pertemuannya dan perpisahan dengan inha.

Ia sangat menyayanginya . Roy tau apa yang akan dia perjuangkan dan pertahankan . Segala perhatian dan pengertian ia tumpahkan kepada wanita tersebut
Tapi apa daya, mereka harus berpisah, mereka berpisah karena suatu hal. Sedih memang karena harus mengakhiri kisah yang indah itu. Ia lalui hari-harinya dengan kemurungannya dan meratapi bahwa kenyataannya inha telah meninggalkanyabreakup

Karena setiap kehilangan butuh peratapan, begitu juga cinta yang telah mati

Sampai suatu ketika ia sadar , saat dia semakin membenci inha . Semakin ia tidak bisa lepas dari bayang-bayang inha. Dan ia yakin bahwa segala sesuatu itu telah diatur oleh Tuhan , pertemuannya dengan inha yang indah dan perpisahan yang menyedihkan telah ditulis oleh sebuah pena yang disebut Takdir. Banyak hal yang terjadi setelah perpisahan itu.
Dan akhirnya dia percaya bahwa…

Tuhan pasti memberi seseorang apa yang sebenarnya ia butuh , bukan apa yang ia ingin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s